Showing posts with label Algapedia. Show all posts
Showing posts with label Algapedia. Show all posts

Brown Algae

Brown Algae
Brown Algae
Brown Algae, biasanya menyerang kaca dan batu di aquascape low-light dengan kadar asam silikat berlebih (SiO2). Alga ini dapat dihilangkan secara manual atau dengan menggunakan alga eater seperti keong tanduk dan otto.

Cladophora (Hair Algae)

Cladophora
Cladophora
Cladophora, alga ini bentuknya lebih mirip seperti moss tapi jauh lebih kuat, jadi kalo di pilin-pilin bisa jadi tali kutang loh :p. Alga ini muncul di tempat yang biasanya dekat dengan lampu dan terkena secara langsung ditambah dengan kurangnya kadar CO2, sudah pasti akan terkena invasi deh aquascapenya. Cara yang dapat dilakukan sudah pasti dengan menambah kadar CO2 dan rutin melakukan water change.

Black-Beard Algae (BBA)

Black-Beard Algae
Black-Beard Algae
Black-Beard Algae (BBA), bentuk alga ini paling tidak enak dilihat karena bentuknya yang berbulu seperti itu, amat sangat mengganggu dan agak sediki "bandel" untuk dihilangkan. Susah belum berarti tidak bisa, cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan dan mencegah alga ini datang adalah dengan menjaga ke stabilan CO2 di 30ppm dan nitrat di15ppm. Bisa juga ditambah dengan menggunakan Flourish Excel 1ml per 50 liter air. Setelah pemberian Flourish Excel BBA akan berubah menjadi pucat dan akan berwarna putih dan akan hilang dengan sendirinya. BBA juga bisa diatasi dengan Siamese Algae Eater, tapi biasanya tidak dapat berbuat banyak di banding dengan cara di atas tadi 

Cyanobacteria

Blue Green Algae Carpet
Blue Green Algae Carpet
Cyanobacteria, dikenal juga sebagai Blue-Green Alage (BGA) adalah alga yang secara bentuk fisik sedikit berlendir dengan warna biru ke hijau-hijauan di campur ungu. BGA biaanya terjadi di permukaan substrate antara batas air dan substrate. Yup, seperti alga-alga yang lainya ini terjadi karena aquascape kelebihan nutrisi dan cahaya. Fakta penting mengenai cahaya yang berhubungan dengan alga yang satu ini adalah alga ini biasa tumbuh di spektrum 530-620 nanometer. So, pemilihan lampu yang tepat juga dapat mencegah alga ini datang kembali.

Green dust Algae

Green Dust Algae
Green Dust Alga biasanya  menyerang aquascape yang masih baru, alias baru setup. Di mana nutrisi dan bakteri belum memperoleh keseimbangan ekosistem. Intinya aquascape yang masih baru dari memiliki nutrisi yang berlebihan, cahaya tinggi namun minim tanaman sudah pasti akan terserang alga ini atau pun alga yang lainnya. Alga jenis ini padahal dapat hilang dengan sendirinya ketika ekosistem dalam aquascape telah terbangun ditambah dengan mengganti air secara rutin.  Namun untuk masbro yang ga betah di invasi sama alga ini, dapat dihilangkan secara manual dengan menggunakan scraper kaca.

Green Water - Alga Bloom

Green Water - Alga Bloom
Penyebab terjadinya Green Water-Alga Bloom biasanya terjadi karena kelebihan nutrisi. Ditambah dengan tingginya kadar nitrat, fosfat dan amonia. Substrate yang memiliki nutrsi yang berlebihan merupakan penyebab utama dari munculnya Alga Bloom. Jadi apabila menggunakan substrate yang memiliki nutrsi tinggi baiknya diimbangi dengan jumlah tanaman yang cukup untuk menyerap nutrisi yang di release oleh substrate.

Ada beberapa metode untuk menghilangkan Alga Bloom , yaitu dengan metode blackout . Metode blackout adalah menutup aquarium agar tidak terkena cahaya sekali pun selama 3 - 4 hari ditambah dengan menguras air aquarium secara rutin. Cara alternatif lainnya dengan menggunakan floating plant seperti Salvinia Natans untuk mengatasi nutrisi yang berlebihan. Kedua metode di atas harus dilakukan dengan kondisi CO2 mati.

Salvinia Natans
Salvinia Natans

Green Spot Alga

Green Spot Alga terjadi karena terjadi pencahayaan secara langsung ditambah kadar CO2 dan Fosfat (PO4) yang rendah pada aquascape. GSA dapat menyerang kaca akuarium dan tanaman low light yang terkena cahaya langsung. Jika alga ini menyerang tanaman dapat menggunakan Keong Zebra sebagai pilihan alga eater untuk mengatasi GSA. Apabila GSA menyerang kaca aquarium, cara yang dapat dilakukan adalah dengan membersihkan permukaan kaca yang terinfeksi GSA dengan menggunakan silet. Untuk mencegah GSA  ini kembali lagi yaitu dengan menjaga kadar CO2 agar stabil, memberikan fosfat secara rutin dan meningkatkan sirkulasi air agar pemberian nutrisi dapat merata . Serta menempatkan tanaman low light di tempat di mana mereka tidak terkena cahaya langsung.